Tak hanya menyuguhkan pemandangan yang indah, Gunung Tumpa juga dulunya menjadi diperkenalkan sebagai wilayah sport tourism untuk olahraga paralayang yang didukung oleh Pemerintah Kota Manado. Bahkan destinasi wisata ini sering sekali digunakan sebagai tempat untuk beragam event internasional olahraga paralayang, seperti Internasional Paragliding Accuracy World Cup.
Namun olahraga paragliding selanjutnya server jepang hanya tersedia di musim liburan saja atau pas weekend. Karakteristik yang dimiliki oleh gunung ini bisa dikategorikan memadai sulit, gara-gara berada di cerukan bersifat loyang dengan thermalnya atau panas bumi yang kuat. Selain itu, terdapat pula beberapa venturi kecil yang berasal dari beragam perbukitan di sekitar gunung.
Adanya venturi selanjutnya menyebabkan pilot paralayang mengalami ada problem untuk jalankan landing di daratan. Bahkan beberapa pilot dunia pun mengakui bahwa flying side di Gunung Tumpa ini memadai sukar agar harus banyak latihan untuk bisa mengenal sifat yang dimilikinya. Justru dengan sifat selanjutnya menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk ditaklukan.
Disamping punya pemandangan yang amat indah terkecuali dilihat dari ketinggian, sifat pegunungan selanjutnya juga menjadi energi tarik yang disuguhkan oleh tempat ini untuk penikmat paralayang. Meski tergolong ekstrem, tapi Gunung Tumpa ini tetap memadai safe untuk pilot paralayang pemula gara-gara punya dua wilayah landing.
Dua tempat landing selanjutnya berfaedah untuk pilot pemula terkecuali tidak bisa mendarat di bawah, maka bisa jalankan landing di bagian atas yang sudah tersedia. Perlu Anda ketahui juga bahwa flying side yang tersedia di tempat ini sudah memenuhi beberapa syarat dari FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) dan FAI (Federation Aeronautique Internationale).